Dilarang kirim makanan ke Malaysia

Standard

Assalamu’alaikum

Hari ini saya mencari jasa kurir untuk pengiriman paket makanan ini. Ada 2 paket yang harus saya kirim. Satu ke Malaysia dan satunya lagi ke Jakarta. Saya berangkat lebih kurang pukul 10 lewat lah.

Diawali dari mengunjungi jasa kurir Tiki. Kebetulan ini yang cabangnya. Tapi si pegawai yang jaga bilang, nggak bisa kirim dari cabang, langsung ke pusat katanya. Mendengar seperti itu, saya langsung meluncur ke kantor pusat Tiki didekat jembatan Sitti Nurbaya.

Sesampainya di Tiki pusat, saya langsung tanya, apakah bisa kirim barang ke Malaysia dengan paket makanan. Mendengar jawaban sang pegawai tersebut, saya heran, paket makanan nggak bisa mereka kirim. Seikit kecewa, saya pun bergegas pergi ke kantor POS Indonesia.

Setahu saya, POS Indonesia juga mempunyai jasa kurir. Setelah sampai, saya langsung antri menunggu giliran. Berhubung paket yang saya kirim adalah makan berupa keripik, jadi nggak bisa pakai kantong plastik aja kemasannya. Akhirnya saya minta jasa petugas POS yang ada disana untuk mem-pack paket saya tersebut. Setelah kembali lagi ke meja CS, saya ditanya soal harga jual produk yang saya kirimkan. Hmmm, saya merasa aneh, kenapa sampai tanya harga jual produk segala ya. Tiba-tiba si CS bilang kalau harga jasa pengiriman ke Malaysia adalah Rp. 128.000,- WHAAATS (Lebay Mode ON) . Itu pun seminggu lamanya. Ada yang murah, lima puluh ribuan gitu, tapi lamanya sebulan. Yang ada keripik saya nggak garing lagi. Begitu juga dengan jasa pengiriman domestik, ke Jakarta saja harganya puluhan ribu pula. Lansung saya balik kanan.

Kali ini tujuan saya ke Pandu Logistik. Saya berharap mereka bisa kirim ke Malaysia. Tapi jawabannya tetap sama.

Tujuan terakhir, saya ke JNE dekat rumah saja. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30. Adzan Zuhur sudah mulai berkumandang. Setelah sampai di JNE, malah tidak ada pegawai yang stand by. Yang ada cuma tulisan SHOLAT. Sembari duduk sebentar, ngambil nafas, saya langsung pulang. Masak, karena cuma pengen kirim paket ke Malaysia saja, Sholat saya jadi lalai (Sok alim nih cerita nya😀 )

Ujung-ujungnya saya dan istri pergi sore hari. Kali ini saya kirim paket untuk yang domestik dulu di JNE. Biaya kirim cuma Rp. 16.000,- dengan waktu kirim standar selama 2 hari. Lebih murah dari POS. Sementara untuk yang ke Malayasia, masih saya usahakan. Kali ini saya ke JNE pusat. Kantornya pun dekat dengan Tiki tadi. Singkat cerita, saya tanya ke pegawai yang bertugas, ternyata mereka menolak mengirim barang ke Malaysia. Hmm, saya dan istri makin heran. Ada apa ini ?

Belum jauh dari kantor JNE pusat tadi, istri yang penasaran, meminta saya ke kantor Tiki pusat yang saya kunjungi siang tadi. Lalu ia pun bertanya ke pegawai yang ada disana.

Pak, boleh tanya, kalau kirim paket ke Malaysia bisa nggak ?

Paketnya apa dulu ?

Keripik pak

Maaf, kita tidak boleh mengirim makanan lagi ke Malaysia

Istri saya pun terlihat kecawa, sambil kami merasa heran. Ada masalah apa sehingga dilarang mengirim paket makanan ke Malaysia ?

Sampai sekarang ini masi jadi tanda tanya.

Jika anda tahu jawabannya, silahkan sampaikan dikomentar ya🙂

Wassalam

NB : Mohon maaf jika tulisan saya ini menyinggung pihak tertentu. Bukan maksud saya untuk mendeskreditkan, tapi ini hanya rasa heran saya yang diungkapkan lewat blog #peace

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s