[Curcol] Kisah pilu mesin setor tunai

Standard

Assalamu’alaikum

Ini terjadi kemarin. Tadinya sepulang dari menerima fee maintenance dari tempat klien, mau ke bank, tapi karena kasib banget dengan waktu Sholat Jum’at, saya putuskan saja balik ke rumah. Setelah sholat, ada jadwal meeting lagi dengan calon klien yang lain. Uang ini belum juga sempat saya setor ke bank.

Akhirnya, sepulang dari meeting, saya dan teman putuskan saja pergi ke mesin setoran tunai. Niatnya bisa langsung setor ke rekening perusahaan. Karena berasumsi pernah setor di bank yang lain dengan lancar, maka saya juga beranggapan kali ini akan lancar juga. Untuk meyakinkan itu, saya coba tes setor 500.000, dan hasilnya, tidak ada menu setor ke rekening lain, tapi setoran masuk ke rekening teman, yang atm nya saya gunakan.  Wah, satu langkah sudah berbeda. Dan saya coba transfer ke rekening perusahaan, ternyata uang tidak terkirim, karena tidak mencukupi batas nominal saldo minimum, Hehe, ini gara-gara rekeningnya si teman , nggak cukup🙂

Ah,,biarlah, saya putuskan mentransfer sisanya. Saya masukkan saja ke seratus lembar uang , tetapi mesin menolaknya. Karena dibatasi hanya 90 lembar saja oleh sistem. Tapi kenapa ini dikurangi 50 lembar ya ? Sudahlah, lagi-lagi saya berpikir masih  prosedurnya kali ya. Dan ini yang membuat saya kaget, uang yang saya setor, tidak masuk ke rekening teman yang atmnya saya gunakan. Uangnya nyangkut di mesin. Akibatnya, orang yang antre setelah saya, jadi nggak bisa nyetor. Atm tidak bisa digunakan, tertulis dilayar monitor.

Coba tanya satpam, dibilangnya suruh datang hari senin. Dan lama prosesnya 2 x 7 hari. Teman saya khawatir, jangan sampai nanti sewaktu-waktu mesin ini kembali baik, dan ada orang yang akan setor, dilihatnya ada uang dalam mesin penyetoran, ntar dia main comot aja. Apa lagi kita nggak ada notifikasinya. Karena ya itu tadi, uangnya keburu ketelan si mesin. Makin pasrah sewaktu dengar karyawannya bilang, “Mesin kita ini kan sudah lama”.🙂

Sabar, sambil balik kanan menuju bank yang setor tunainya lancar jaya. Yang penting, uang sebanyak ini nggak dikantongi, khawatir terbelanjakan :p

Wassalam

2 thoughts on “[Curcol] Kisah pilu mesin setor tunai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s