3 tahun

Standard

Assalamu’alaikum, 

3 tahun sudah gempa 30 september 2009 berlalu. Masih teringat, pada saat itu tepat saya berada didepan gedung GAMA. Sebuah tempat bimbingan belajar yang berada dijalan Proklamasi. Awalnya hanya goyangan saja yang terasa, tapi lama-lama goyangan tanah itu semakin keras. Mengakibatkan gedung GAMA 2 lantai yang tadinya berdiri kokoh dengan seketika ambruk, rata menjadi 1 lantai. Abunya pun bertebaran. Menyibak seluruh jalan serta orang-orang yang lalu lalang didepannya.

Pada saat itu saya gunakan jacket untuk melindungi muka dari sesaknya abu. Tas sandang saya pun kelihatan kumuh. Disaat itu juga saya tidak mengira ada siswa yang sedang kursus, ternyata selang beberapa detik kemudian, terdengar teriakan tangis siswa yang selamat. Mereka tadinya berada dilantai 2, yang kini menjadi lantai 1. Ntah berapa yang meninggal dilantai 1. Gedung itu terdiri dari beberapa ruas. Jika tidak salah saya mengingat, ada yang menjual perlengkapan alat tulis yang dilantai 2 nya digunakan sebagai cafe. Lalu GAMA itu sendiri, dan yang paling besar space nya dipakai untuk dagangan bakso dengan merek “Bakso Lapangan Tembak”. Semuanya habis, rata jadi 1 lantai.

Suasa tampak begitu mencekam ketika asap hitam mulai menggumpal diudara. Ada terjadi kebakaran dibeberapa titik didaerah itu. Saya yang tadinya ingin menyebrang untuk naik angkot, saya putuskan jalan kaki saja. Karena kebetulan rumah saya tidak jauh. Sepanjang jalan saya melihat orang-orang begitu tergesa. Karena dalam benak mereka masih teringat dahsyatnya tsunami Aceh. Bergegas semuanya  menuju ke tempat tinggi dan aman. Ada juga yang melawan arus massa. Beberapa tetangga yang saya kenal, malah menuju ke arah pantai, penasaran ingin melihat kondisi air laut.

Dan dimalam hari, tak satupun orang-orang dikomplek rumah yang tidur dikamarnya. Rumah yang tadinya mereka kunci pada saat istirahat malam, ini malah dibuka. Tak satupun pintu yang tertutup. Mereka saling bergantian untuk berjaga-jaga, siapa tahu ada gempa susulan, sehingga bisa membangunkan anggota keluarga dan tetangga. Pada saat itulah, saya dan keluarga memutuskan, jika terjadi bencana, segeralah mengungsi, tapi jika telah dianggap reda, baliklah ke rumah. Dan tak terasa, kejadian itu sudah 3 tahun berlalu.

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s