Nggak swasta nggak negri

Standard

Assalamu’alaikum

Tidak direncanakan sebelumnya, kalau saya tadi pagi harus ke Grapari Telkomsel dulu, sebelum ke kantor. Tujuan saya untuk memblokir kartu GSM Simpati yang digunakan di handphone tante (istri adek ayah) dari Sawahlunto, yang handphone nya hilang, kebetulan beliau sedang mengurus rumah dengan ayah saya. Dan didalam hp nya itu ada data data nomor rekening yang sering dikirimkan. Karena diceritakannya kepada saya pengalamannya itu, maka saya sarankan lebih baik kartu beliau di blokir, dan aktifkan kembali dengan kartu baru dengan nomor masih sama. Maka terpilihlah saya yang harus pergi ke Graparinya🙂

Sebelumnya, saya pastikan dahulu apa saja syarat untuk konfirmasi kehilangan kartu. Setelah di telpon ke 188 (service center telkomsel), dan dikenakan biaya Rp. 300,- per nelponnya, maka didapatlah informasi bahwa hanya butuh surat kuasa jika ingin diurus oleh orang yang lain, bukan langsung dari yang bersangkutan, dan  KTP pembiri kuasa serta penerima kuasa. Ingat, KTP harus asli lho. Setelah sampai di grapari, saya disambut oleh security yang begitu lemah lembut sambil menanyakan keperluan. Kemudia saya diberi nomor antrian dan dipersilahakan ke lantai dua untuk bertemu CS.

Sesampai di lantai 2 dan berbicara langsung dengan CS Telkomsel nya, saya merasa kecewa, si CS meminta orang yang mengaktifasikan kartu GSM si tante yang semestinya memberikan kuasa kepada saya. Sementara yang mengaktifkan adalah anak kandung si tante itu sendiri. Dan bagaimana dia bisa hadir langsung, sementara dia sekarang lagi sekolah juga di Sawahlunto. Berbagai gambit negoisasi saya lemparkan kepada si CS, ujung-ujungnya berakhir dengan “Maaf pak, harus yang bersangkutan memberi kuasa kepada bapak”. Dengan beranggapan tidak ada harapan, saya sudahi dengan terimakasih. Tapi tidak saya akhiri begitu saja.

Sembari beranjak dari meja CS yang saya lupa namanya, saya meliat ke kanan kiri, berharap ada peluang lain, ternyata ada teman saya sewaktu SMP, Jazzy Juang, terlihat bekerja di ruang CS itu. Saya berani berasumsi bahwa dia juga karyawan Telkomsel karena dia mengenakan baju seragam, merah abu-abu. Duduk sejenak sambil terus melihat gelagat Jeje, begitu panggilannya. Pas ada momen dia melihat ke saya, langsung saya sedikit mengangakat tangan menandakan sapaan kepada nya. Dan dia langsung merespon saya dengan datang menghampiri, sambil bersalaman. Ini momen yang saya tunggu, dan mungkin anda jika sebagai saya pada saat itu, pasti melakukan apa yang mesti saya lakukan. Yaitu memanfaatkan momen dengan sebaik mungkin. Dan dengan lancarlah saya bisa kembali mengurus aktifasi ulang kartu GSM tante yang sempat tertunda dengan masalah surat kuasa tadi. Alhmdulillah ya🙂

Terimakasih Je,

Walaupun kita buat surat kuasa, tapi tetap form surat kuasa dari Grapari nya :)

Walaupun kita buat surat kuasa, tapi tetap form surat kuasa dari Grapari nya🙂

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s