Esemka = Boomerang

Standard

Assalamu’alaikum,

Esemka

Esemka Digdaya

Menyesuaikan dengan isu yang lagi hangat-hangat saat ini tentang mobil buatan siswa SMK di Solo, yang sekalian pak Joko Widodo menjadi Brand Ambassador nya, mendapat apresiasi yang beragam, saya pun ingin memberikan tanggapan. Terutama media yang selalu mengaitkannya dengan pak Bibit Waluyo, sosok yang versus sekali dengan kebijakan pak Jokowi, panggilan akrab Joko Widodo. Dimedia betapa serunya perdebatan antara kebijakan pak Jokowi dengan pak Bibit Waluyo. Pak Jokowi merupakan sisi yang berkomitmen untuk selalu optimis dalam mengkampanyekan penggunaan mobil buatan siswa SMK, sementara pak Bibit, sisi yang sinis, kerap kali berargumen agar produk siswa SMK ini harus lulus uji kelayakan.

Bagi saya semua itu ada bagusnya, ada juga kurangnya. Bagusnya, siswa kita mulai memproduksi mobil, itu hal luar biasa. Kapan perlu presiden pakai produk SMK. Tapi bukan mobil saja, masih banyak kok produk kita yang tidak kalah saing dengan produk luar. Seperti BlankOn, sistem operasi buatan hacker dalam negri ini, mendapat tampat tersendiri dihati para penggunannya. Mengusung konsep Open Source yang bebas digunakan, disebarluaskan, dan dimodifikasi, membuat BlankOn menempati urutan 82 dari 100 sistem operasi Linux versi Distrowatch. Tapi semuanya menjadi pupus sewaktu tahu bahwa presiden kita malah milih Apple sebagai alat protokolnya dalam setiap berpidato.

Kembali ke mobil buatan dalam negri, Esemka Digdaya, begitulah merek mobil dengan tampilan layaknya Toyota Hilux ini. Yang katanya, mobil ini banyak diminati. Sampai-sampai artis pun pesan mobil ini, akibatnya produksinya pun membludak, jadi si pemesan belum bisa menikmati mobil ini dalam jangka waktu yang cukup singkat. Setidaknya itu yang disampaikan pak Jokowi pada saat wawancara dengan reporter Tv One tadi pagi.

Tapi ada yang sedikit mesti digaris bawahi. Apakah anda tidak ingat isu pertambahan kendaraan bermotor, akan berakibat kemacetan ? Terutama di ibu kota. Yang katanya juga, di tahun 2015 nanti atau tahun berapalah itu, pada saat kita keluar garasi saja sudah mengalami macet. Nah, apakah itu nanti tidak berdampak kesana ? Disaat kita berbangga punya mobil produksi dalam negeri, malah berdampak sebaliknya, mempercepat negri ini menuju prediksi yang ditakutkan. Ibarat Boomerang, mobil siswa SMK ini akan membawa percepatan ekonomi bangsa menjadi lebih baik, tapi saat boomerang itu berbalik arah, malah akan mempersulit kondisi lalu lintas jalan Indonesia. Setidaknya itu yang kepikiran oleh saya.

Wassalam

3 thoughts on “Esemka = Boomerang

  1. di negeri ini …
    produk dalam negeri sering dikalahkan oleh kepentingan bisnis asing dan oknum yg main mata dengan pemodal kakap

    kunjungan perdana
    salam kenal

  2. Ya. Seharusnya pertambahan jumlah mobil dan sepeda motor harus terkendali, dan kita lebih memaksimalkan angkutan umum. Hal ini juga untuk menghemat BBM yang merupakan SDA yang tak bisa diperbaharui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s