Tidak susah susah

Standard

Assalamu’alaikum

Malam ini saya diajak oleh teman semasa SMA, berkunjung ke rumah saudaranya didaerah sekitar Lakuak, Marapalam, Kota Padang. Tapi ini daerah yang dekat tepi banjir kanal / banda kali. Tujuan kami kesana hanya untuk mengambil monitor. Maklum, saudaranya teman saya ini pernah punya warnet dan monitornya banyak. Pas juga monitor teman saya rusak, alias gambarnya nggak enak dilihat karena ngeblur dibagian tengahnya.

Sesampai ditempat yang kita tuju, kunjungan saya langsung dihadapkan oleh si anak yang punya rumah. Dan dia buka usaha bengkel lho. Kebetulan lagi nyantai bareng teman-temannya juga, terlihat dari tidak adanya motor yang diperbaiki. Setelah beberapa saat berkenalan, teman saya mempersilahkan masuk ke rumah.

Saya mendengar suara 2 orang anak kecil sedang membaca lafadz Tasyahud Awal, benar-benar fasih sekali. Dan anak saudara teman saya itu memanggil sosok ibu dari dalam rumah. Maka seorang ibu paruh baya pun keluar dari kamar. Tempat dimana sumber suara 2 bocah berasal. Dengan sedikit basa basi, teman dan saya pun dipersilahkan duduk. Dan sampailah menyampaikan maksud kedatangan teman saya ke rumah itu. Singkat cerita, saya beserta teman dipersilahkan masuk ke bagian yang saya sebut gudang rapi. Rapi karena semua yang tertata disana memenuhi stadar kerapian yang ada dalam benak saya.

Si Ibu mempersilahkan kami masuk ke gudang, sambil mewanti-wanti untuk hati-hati. Tak lama kemudian, mulai terdengar suara 2 orang anak kecil tadi, kali ini bukan sedang membaca bacaan sholat, melainkan ingin tau apa yang kami kerjakan. Subhanallah, begitu sempurnanya makhluk ciptaan Allah ini, 2 orang anak kecil, dengan wajah penuh keceriaan, bertanya ingin tahu apa yang sedang kami kerjakan. Saya pun beranikan diri bertanya kelas berapa, ternyata si Kakak kelas 3 SD, dan adeknya baru TK.

Tidak puas disitu saja, saya pun ingin berkenalan dengan sosok wanita yang menyambut kedatangan kami tadi, yaitu yang dipanggil ibu oleh teman saya. Saya bertanya-tanya tentang dimana sekolah anak yang pintar-pintar ini. Saya yang lebih dulu keluar dari gudang penyimpanan monitor. Lalu setelah mengambil 1 unit monitor, dan dibersihkan, teman saya pun bergegas turun, diikuti oleh 2 orang gadis manis banyak tanya ini🙂 . Kembali ke ruang tamu dimana pertama kali kami dijamu.
Pembicaraan panjang pun dimulai. Serasa saya sudah kenal dekat sebelumnya.

Sampailah si Kakak dari Adik yang manis ini bertanya,

Om, tolong bantu Pe eR nya,

Saya coba lihat, dan baca perntanyaannya, begini :

4. Benda apa yang bergerak secara melingkar ?

5. Kenapa benda berat lebih cepat bergerak dibandingkan benda ringan ?

MasyaAllah, khusus bagi saya pribadi, ini pertanyaan memiliki jawaban yang beragam. Tapi coba lihat kondisi saat sekarang, pertanyaan itu disodorkan kepada anak kelas 3 SD. Benar-benar pelajaran dasar dari yang dasar, ungkap teman saya . Bagi anda yang ingin menjawab, silahkan langsung dikomentari🙂. Ini jawaban saya :

4. Roda

5. Karena gaya tarik bumi lebih besar kepada benda berat dari pada benda ringan

Semoga saja jawaban itu benar. Tapi kalau salah, mereka juga tidak mempermasalahkannya. Ibu yang mereka panggil nenek itu bilang, Jika salah, apa buk jawaban yang benarnya ? sambil menunjukan bertanya jika jawabannya salah. Lalu tak lama kami saling bercakap, tiba-tiba si Kecil, datang dari kamar sambil memberi saya 2 keping kue coklat. Terharu campur bingung, apa yang membuat si Adek ini memberi dengan ikhlas kepada saya, padahal baru kenal. Saya akui memang, kecakapan verbal si Adek lebih dibanding si Kakak. Tapi mereka adalah generasi terbaik yang saya lihat malam ini.

Akhirnya, sampailah teman dan saya pun beranjak untuk balik. Balik ke rumah teman saya tentunya, dengan maksud mengantarkan monitor. Kakak beradik ini merayu kami untuk diantar pakai mobil, padahal kalau dia tahu, saya juga tidak bisa bawak mobil, jadi saya balik tanya saja, Siapa yang mau bawak ? adek bisa ?

Lalu kami pun bergegas pergi. Saat sampai dirumah teman dan balik lagi ke rumah, saya masih ingat dengan baik nama anak-anak tadi, Tapi kok sekarang lupa ya ?😦. Malam ini saya mau ke sana lagi, nanti saya tanya lagi namanya ya🙂, mungkin sekalian photo bareng juga.

Sungguh bagi saya, malam ini menambah niat untuk cepat-cepat nikah, nggak sabar punya anak🙂

Wassalam

5 thoughts on “Tidak susah susah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s