Sukses Migrasi Open Source di Takengon, Aceh

Standard

Assalamu’alaikum, 

Zulfikar Ahmad

Zulfikar Ahmad

Ini adalah hasil chattingan saya dengan pak Zulfikar Ahmad, seorang praktisi Open Source yang bekerja di Dishubkominfo Takengon, Aceh. Beliau telah berhasil memigrasikan komputer pemerintah kabupaten Takengon, Aceh Tengah. Intinya saya bertanya ke beliau sebagai bahan pembanding tingkat kesuksesan antara migrasi OSS di Takengon dan Sumatera Barat, tempat saya berdomisili saat ini. Walaupun Sumatera Barat baru sekedar Pilot Project saja.

Saya :

Assalamu’alaikum pak Zulfikar (maaf jika salah dalam memanggil)
Salam kenal, saya Arief dari KPLI Padang. Saya dikenalkan oleh teman2 dari KPLI Aceh tentang profil bapak, terutama seputar pergerakan Migrasi Open Source di Aceh. Jika boleh, saya ingin bertanya, bagaimana awwal mula, proses, dan kelanjutan dari migrasi open source di Aceh pak ?
Mungkin sekian pertanyaan saya, sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas kesediaan bapak untuk menjawabnya,
Wassalam 

Pak Zulfikar Ahmad :

Waalaikum salam
Pada tahun 2007: secara resmi saya berkenalan dengan Open Source, setelah yakin Open Source dapat digunakan dengan aman dan mudah dikalangan Pemerintahan, Saya mulai berdiskusi dengan pimpinan (Kepala Bappeda), diskusi dilanjutkan dengan Sekda dan akhirnya dengan Bupati. karena kesibukan pimpinan, sosialisasinya berjalan cukup lama, hampir satu tahun.
Diakhir tahun 2008 : kami memulai proses migrasi dengan bantuan Yayasan AirPutih. Awalnya dengan target 5 komputer saja, namun dalam perjalanan kami mampu memigrasikan sekitar 45% komputer di 18 SKPD (kantor dinas).
Menjelang akhir 2009 : dilakukan evaluasi, ternyata 21% komputer yang telah di migrasi kembali terinstal dengan software ilegal.
Dari hasil evaluasi tersebut, kami memperbaiki beberapa kelemahan, di ujung 2010 : kami menyempurnakan migrasi, termasuk SKPD yang telah dimigrasi sebelumnya. Pada pertengahan 2011 seluruh SKPD telah dimigrasikan dan helpdesk tersedia disetiap SKPD dengan SDM dr kalangan PNS sendiri.
Untuk kelanjutan, kami ingin membuat Distro/OS yang berbasis Budaya dengan tujuan :
1. Lestarinya Budaya Gayo
2. Pengenalan komputer dikalangan SIswa sejak SD
3. Tersosialisasinya Open Source sejak dini

Kunci Suksesnya : Saat migrasi pertama saya membentuk komunitas lokal di lingkungan kampus

Saat ini saya sedang mempersiapkan pemanfaatan Open Source untuk pemakaian di dunia nyata, seperti membantu petani, pemerintahan dan sekolah2 untuk mengatasi masalah mereka melalui IT dan menggunakan Open Source

Saya : 

Super sekali pak. Tapi bolehkah berbagi tipsnya bagaiman open source bisa se progress itu di Aceh pak ? Karena di prov Sumatra barat, open source masih sebatas pilot project saja, belum migrasi penuh.

Pak Zulfikar Ahmad :

Emmm… Apa ya tipsnya? Saya kira biasa2 aja nih. Kekuatan utamanya ada di komunitas PELITA (pengguna linux takengon) saya kira disemua daerah pasti ada komunitasnya dan barangkali karena yg saya tanggani hanya satu kabupaten saja sehingga lebih mudah dibanding harus menanggani provinsi.
Pak Arief (maaf kalau salah sebut) kerja di pemerintahan?

Saya : 

Hebat pak. Dari kabupaten bisa jadi contoh buat provinsi pak.
Saya juga dari KPLI Padang pak, saya dikenalkan oleh Sdr. Munawir Aceh , dari beliau lah saya kenal akun bapak.
Jadi saya mohon bimbingan untuk cara terbaik migrasi pemerintah pak

Segala yang tampil dichattingan ini, tidak mengalami perubahan dan begitulah adanya. Dan tidak mendapat izin dari pihak yang diminta tanggapannya karena isi dari chattingan ini sangat memotivasi kabupaten/kota bahkan provisinsi di Indonesia untuk migrasi ke OSS secepatnya. Dan migrasi ke OSS bukan sekedar menghabiskan anggaran pemerintah saja, butuh perencanaan yang matang, migrasi merubah paradigma dan kebiasaan menggunakan perangkat lunak dari yang illegal ke perangkat lunak legal dan Open Source serta menghargai Hak Cipta si Pembuatnya

Wassalam

4 thoughts on “Sukses Migrasi Open Source di Takengon, Aceh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s