Sepotong uniknya rakyat bangsa ini

Standard

CAUTION : BAGI ANAK KOS YANG TIDAK BISA PULANG KAMPUNG, URUNGKAN NIAT ANDA MEMBACA ARTIKEL INI SAMPAI SELESAI

Assalamu’alaikum,

Tidak terasa waktu yang begitu singkat, bulan Ramadhan 2 hari lagi berakhir. Itu pertanda bahwa akan dirayakannya Hari dimana Kemenangan yang selama ini dinanti, akan diraih. Benar sekali, Idul Fitri. Menang dalam artian, memperoleh kembali kesucian yang selama ini ternoda oleh dosa (InsyaAllah).

Bagi rakyat Indonesia, merayakan kemenangan di hari Idul Fitri ada beragam caranya. Mulai dari berpakaian serba baru yang menandakan budaya konsumtif, sampai dengan mudik ke kampung halaman bersama keluarga. Agar lebih fokusnya lagi, mari saya coba mengambil poin kedua sebagai topik pembicaraan postingan kali ini, yaitu Mudik ke kampung halaman bersama keluarga.

Mudik adalah suatu kegiatan perpindahan penduduk dalam waktu tertentu sesuai dengan maksud dalam hati masing-masing🙂. Mudik sangat identik sekali dengan barang bawaan alias tentengan, kendaraan bermotor, macet, bahkan kecelakaan. Indonesia setiap tahunnya mengalami aktifitas mudik yang mengikut sertakan banyak sekali penduduknya sehingga terminal, stasiun, jalan raya pun membludak.

Berbeda dengan aktifitas perpindahan penduduk lainnya, seperti transmigrasi, mudik sendiri diakibatkan bukan karena perpindahan penduduk dari suatu tempat dari daerah yang penduduknya padat ke daerah yang penduduknya renggang, atau dari desa ke kota, bahkan sebaliknya, melainkan Mudik diakibatkan oleh tidak tertahannya lagi rasa sesak di dada alias rindu kepada kampung halaman atau dengan penjelasan lebih terperinci lagi yaitu orang-orang yang dicintai dan dikasihi. Dan aspek tersebutlah yang menjadi landasan dasar orang-orang di negara ini melakukan Mudik.

Berbeda dengan model perpindahan penduduk lainnya, yang biasanya tujuan sampingan dilakukan migrasi adalah mencari lapangan pekerjaan atau memperbaiki ekonomi, dan setelah mendapatkan pekerjaan, berkeinginan mengembangkan potensi kampung halamannya agar masyarakatnya pun maju dengan usaha yang dimiliki, Mudik tidak sedikitpun memiliki tujuan profit, melainkan humaniora semata, lebih memanusiakan manusia, melepaskan rasa kangen dengan keluarga dikampung, serasa penat selama perjalanan hilang seketika.

Seperti disalah satu lirik lagunya Slank, Makan-makan nggak asal ngumpul. Begitulah Penduduk Indonesia, merelakan badannya melakukan perjalanan ratusan kilometer, menelusuri likunya jalan raya, hanya semata ingin mengucapkan “Mohon Maaf Lahir Bathin ya Ayah, Mohon Maaf Lahir Bathin ya Ibu, Anak mu Pulang :)”

Wassalam

Jika anda suka tulisan ini, kenapa tidak langsung saja mengklik Like, pada banner Penulis disamping🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s