Sesuatu yang baik, biasanya dijalani dengan berat

Standard

Assalamu’alaikum,

Benar, sesuatu yang baik cendrung dijalani dengan berat. Berat pelaksanaannya, berat godaannya, dan berat tanggung jawabnya. Seperti pengalaman saya bersama teman-teman dalam Tim Migrasi Open Source Software di Pemerintah Kota Bukittinggi. Kami bertugas memigrasikan perangkat lunak khususnya Sistem Operasi Komputer di jajaran kepemerintahan Kota Bukittinggi. Kegiatan ini sudah berjalan sejak bulan April 2011 untuk tahap pertama dan kini akan memasuki tahap kedua Juli 2011.

Di awal kegiatan, aktivitas kami sudah terdapat tentangan. Pada saat memasuki salah satu kantor pemerintah yang akan dimigrasi, kami mendapat penolakan dari atasan pegawainya. Mereka tidak mau dimigrasi, padahal program ini telah mendapat persetujuan dari Walikota. Alhasil, kantor tersebut harus mendapat penjelasan persuasif dari Humas DISHUBKOMINFO sebagai Instansi pemegang kebijakan Migrasi OSS ini.

Penggunaan perangkat lunak berlisensi sudah mendarah daging dan sulit dihilangakan dari Budaya Indonesia. Karena pada saat pertama kali seorang anak di negara ini mengenal komputer, kebanyakan sekolah memperkenalkannya kepada sebuah bahkan 1 pilihan sistem operasi saja, yaitu Windows. Tanpa memperkenalkan apa saja syarat yang harus dipenuhi sebelum menggunakannya, seperti pembayaran Lisensi yang berjuta-juta. Sehingga tertanamlah di otak penduduk Indonesia bahwa komputer itu adalah Windows. Na’udzubillah😦

Wal hasil, pada saat pemimpin negara mengeluarkan kebijakan harus menggunakan sistem Operasi Legal atau Open Source, maka masyarakat semua jadi panik dan beragrumen kalau Windows itu MAHAL dan Linux itu SUSAH. Kalau sudah seperti ini, siapa yang disalahkan ?. Oleh sebab itu, beberapa masyarakat yang sadar Hak Cipta dan mempunyai filosofi bahwa ilmu pengetahuan itu milik semua manusia bukan 1 perusahaan atau golongan, mereka berusaha kembali mengingatkan dan mengajarkan masyarakat tentang penggunaan Teknologi yang sadar Hak Cipta dan Bersih dari tindakan kriminal. Mereka itu adalah PEJUANG OPEN SOURCE.

Tapi semua itu kembali ke pengguna teknologi tadi. Walaupun para PEJUANG OPEN SOURCE bersusah payah menegakkan kebenaran, tapi manusianya yang tidak mau dibenarkan, ada saja dalihnya, tetap saja kondisi Teknologi Informasi negara ini tidak akan berubah. Oleh sebab itu wahai PEJUANG OPEN SOURCE dimana saja anda berada, tetap semangat, tetap Istiqomah, dan tetap sebarkan semangat OPEN SOURCE.

Semoga tulisan ini memacu kesadaran masyarakat Indonesia sadar akan Hak Cipta

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s