Swasta dan Lain-lain

Standard

Assalamu’alaikum

Ada cerita menarik tadi siang, sewaktu saya mengurus perpanjangan SIM di Mobil Pelayanan SIM Keliling milik Polisi yang lagi ngatem di depan kantor Balaikota Padang. Sesuai prosedur, saya diwajibkan mengisi formulir yang berisi data pribadi dan informasi penting lainnya. Saya pun tidak terlalu mempermasalahkan pada kolom perkerjaan. Setelah formulir diisi, saya berikan kepada petugas Polisi didalam mobil tersebut.

SIM Keliling

SIM Keliling

Selang waktu 20 menit, nama saya pun dipanggil. Saya memenuhi panggilan itu dengan masuk ke mobil. Pada waktu bersamaan, ada 3 orang yang diminta masuk untuk mengurus keperluan SIM mereka. Salah satunya saya. Selain kami, ternyata ada 2 orang petugas lagi, 1 orang petugas Polisi sibuk dengan komputer lengkap dengan perkakas keras keperluan pendataan seperti pemindai sidik jari digital, pemindai tanda tanda digital, dan kamera digital. Dan yang 1 lagi adalah perawat (Tapi kesehatan saya tidak di cek tuch).

Tibalah giliran saya setelah 2 orang sebelumnya selesai di data dan menerima SIM baru mereka. Sambil mengulang informasi pada formulir yang saya isi tadi, pak Polisi tiba-tiba menanyakan perihal pekerjaan. Memang, pada kolom pekerjaan ada beberapa pilihan diantaranya : 1. Pegawai Negeri, 2.Swasta, 3…..(saya lupa), 4.Lain-lain. Saya pilih 4.Lain-lain. Saya memilih Lain-lain karena pekerjaan saya sebagai freelance tidak tergolong swasta (itu pikiran saya). Dan pada pilihan Lain-lain pun tidak disertakan titik-titik yang bisa dibubuhi informasi pelengkap. Pak Polisi yang sedang ngetik itu pun berkilah bahwa Lain-lain tidak ada kategori dalam pekerjaan. Maka dengan mengambil keputusan sepihak, dia pilih Swasta. WTF

Saya pun menjawab

What the hell boy,,,!!!
Saya memilih Lain-lain karena pekerjaan saya adalah Freelance bukan Swasta. Swasta dan Freelance itu beda !!!, jika dibandingkan dengan pilihan Pegawai Negeri. Karena Swasta akan lebih cocok maknanya jika dibandingkan dengan Pegawai Negeri”

Untunglah jawaban itu hanya dalam hati saya😦. Tidak sampai disitu, cerita ini semakin menarik ketika saya melihat wajah saya di foto SIM baru, tidak memperlihat saya sebenarnya. Itu akibat dari pak Polisi yang tidak memberi aba-aba sewaktu akan memotret.

Saran saya adalah, tolong benahi penulisan opsi untuk menentukan pilihan yang terdapat pada formulir pendataan calon penerima SIM, agar tidak terjadi kerancuan menyimpulkan Informasi. Dan terakhir, sebaiknya pak Polisi juga dibekali teknik fotografi dasar. Sekian. Semoga anda terhibur.😀

Wassalam

2 thoughts on “Swasta dan Lain-lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s