Simbiosis Mutualisme

Standard

Ini rasa ke tiga …

Saya tidak jadi mengirimkan undian via Pos, saya akan coba cari drop box pengiriman undian yang ada di minimarket atau grosiran sepanjang jalan. Dengan maksud, pengiriman jadi lebih cepat😀. Maklumlah, kira-kira sudah 12 tahun saya tidak mengrimkan undian.

Setelah menyeberangi jalan dari sisi kantor pos ke sisi jalan selanjutnya, Jalan Proklamasi. Saya melihat 2 buah baliho raksasa yang menarik perhatian. Yang membuat saya tertarik adalah gambar pada balihonya.

Baliho

Baliho

Baliho sebelah kiri adalah gambar pasangan Walikota beserta Wakil, dan baliho sebelah kanan adalah gambar anak asuhnya Firgie. Niatnya saya mengabadikan gambar tersebut adalah kenapa setiap event olahraga identik dengan kepalan tangan ke atas ya ?. Apakah tidak takut dituntut oleh Extrajos😀.

Tetapi, pada saat saya mengambil gambar ini, tiba-tiba terdengar suara panggilan. Bernada agar keras, dan sedikit marah. Ternyata suara itu berasal dari suara teman-teman yang biasa manggung dan jalanan sebagai pentasnya, alias pengamen jalanan😀. Perasaan gugup dan takut pun muncul. Ingin lari tapi untuk apa ?. Toh, mereka juga manusia, apa yang ditakuti.

Sambil bertanya apa maksud saya mengambil photo dan dari mana asal media saya, saya pun berusaha dengan menyodorkan tangan untuk memperkenalkan nama. Nama pengamen itu Dimas. Lanjut saya menjawab bahwa saya bukan dari media manapun, dan tujuan memotret hanya untuk keperluan tulisan di blog pribadi.

Saya balik nanya. Kenapa tanya seperti tadi ?. Ternyata, dulu ada orang yang mengaku mahasiswa dari kampus ternama di Kota Padang mewawancarainya, tiba-tiba pada malam hari, berita tentang mereka tayang di Televisi. Hal itu lah yang membuat mereka merasa geram, hanya dijadikan bahan berita dan publikasi tanpa izin.

Hemat saya sich, orang yang mengaku wartawan yang menjadikan teman-teman pengamen sebagai objek berita, harus lah memberi imbalan. Walaupun tak banyak, hanya makan siang untuk 3 sampai 5 orang saja cukup, bahkan mungkin tak habis gaji hasil peliputannya. Yang paling penting, keterbukaan tujuan peliputan. Yakinlah, hubungan silaturrahmi akan semakin erat antara kita dan mereka😀. Ini yang disebut Simbiosis Mutualisme. Mudahkan ?.

Diakhir pertemuan kami, saya dan Dimas serta dengan satu orang temannya, saling bersalaman.😀

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s