Kita harus Unix

Standard

Assalamu’alaikum,

Selagi masih tinggal di Dunia, kita harus bisa berpandai-pandai. Berpandai-pandai bukan berarti menjilat, tetapi bisa memanfaatkan semua kondisi menjadi sesuatu yang berarti😀.
Khususnya di Indonesia. Kita ambil saja sebuah contoh kecil yaitu Pendidikan.

Dimulai mengenyam pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK) 1 tahun, tapi sekarang telah bermunculan sekolah pra TK yaitu Play Group untuk masyarakat yang ekonominya menengah ke atas dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk masyarakat yang ekonomi menengah kebawah. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Wajib Belajar 9 Tahun (SD+SMP). Lalu 3 Tahun SMA. Bagi yang berkecukupan, bisa melanjutkan pendidikan anaknya ke Universitas, minimal menyelesaikan 4 Tahun, kebanyakan 7-10 Tahun😀.

Setelah semua proses mengenyam bangku pendidikan standar Indonesia telah selesai, saatnya menguji peruntungan di dunia kerja. Tapi melihat budaya malas semakin berkembang yang disebabkan banyak faktor, maka kebanyakan lulusan Universitas memilih jadi Pegawai Negeri Sipil alias PNS. Selama ini kehidupan PNS dijamin oleh pemerintah, minimal sebulan dapat gaji sekitar 1 jutaan lah. Padahal paradigma S1 lulusan perguruan tinggi harus bisa membuat lapangan kerja baru untuk membangun ekonomi penduduk dilingkungan sekitarnya.

Mind Set seperti itu harus kita rubah kepada calon penerus bangsa ini. Jika mahasiswa berpikir memulai kerja di saat setelah tamat kuliah, maka cobalah mencari kerja di saat masih kuliah. Mulai dari Part Time Job atau menyelesaikan proyek dosen. Bagi yang kreatif, mereka bisa menjual hobinya. Contoh pekerjaan yang dilakoni mahasiswa atas dasar hobi adalah membuat Distro Linux untuk kebutuhan penggunaan komputer tingkat pemerintahan. Keren nggak tuh😀.

Yaitu teman saya, mereka masih mahasiswa. 2 diantaranya kuliah di Fakultas Pertanian dan 1 lagi di Matematika. Mereka hobi ngoprek Linux, dari nginstal sampai ngehack. Apa saja di hack, sampai komputer mereka ngehaNk😀. Dari hobinya, mereka sekarang ikut dalam Tim Migrasi Linux Pemerintah Kota Bukittinggi.

Kesimpulannya adalah, jika kita ingin kaya, tidak mesti tunggu kaya. Manusia itu yang dinilai ke Unix-annya. Sambil memakai prinsip berpandai-pandai tadi. Percayalah anda pasti bisa memaksimalkan ke Unix-an yang anda miliki. Jika anda masih ragu, kenapa anda tidak coba ke Unix-an Linux😀.

Tim Migrasi Open Source Software Pemko Bukittinggi

Tim Migrasi Open Source Software Pemko Bukittinggi

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s