True stroy behind the Tux

Standard

Assalamu’alaikum,

Tux

Tux

Dikutip dari buku yang berjudul Cepat Mahir Linux, karangan Romi Satria Wahono tahun 2003, pada halaman 11 ada sepenggal tulisan yang mengungkap sejarah logo Linux, yaitu Tux.

Linux menggunakan logo gambar Pinguin. Ada cerita menarik yang menyebabkan Linus menggunakan pinguin sebagai logo dari sistem operasi Linux. Saat itu Linus sedang berjalan dengan Andrew Tridgell disebuah taman (baca: kebun binatang)*. Tiba-tiba Linus dipatok pinguin. Dan semenjak itu dia mengalami demam selama berhari-hari (baca: Pinguinitis). Dia pikir, karakter ini cocok untuk mewakili Linux. Dia ingin pemakainya menjadi demam alias tergila-gila untuk menggunakan dan mengotak ngatik Linux. Dan ternyata apa yang dibayangkannya menjadi kenyataan. Hampir setiap pemakai saat pertama kali berkenalan dengan Linux menjadi susah tidur dan menghabiskan waktunya berjam-jam didepan komputer untuk bermain-main dengan Linux.

Visualisasi logonya dikompetisikan kepada umum lewat diskusi pada mailing list Linux Kernel. Pencetusnya adalah Alan Cox, dan logo yang terpilih diberi nama Tux, dibuat oleh Larry Ewing

Sekarang, Linux telah menemani kita selama 20 Tahun. Linux tidak lagi sebuah sistem operasi yang identik dengan komputer layar hitam dan hanya bisa digunakan oleh para ahli bahasa programing saja, tetapi Linux sudah bisa di sentuh, di klik, dan di beri sentuhan artistik.

*) Berikut video yang memperdengarkan bahwa Linus terkena patokan pinguin di kebun binatang pada jeda waktu 1.04

Bagaimana cerita anda ?

Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s