Ubuntu dan saya

Standard

Saya sangat senang dengan komputer. Akibat kesenangan itu, membuat saya menjadi tempat bertanya teman2 apabila mengalami kesulitan menggunakan komputer mereka. Hal tersebut membuat saya mempunyai banyak teman😀. Kesenangan ini timbul pada saat saya berada di tingkat 1 sekolah menengah atas (Senior High School). Komputer desktop pertama kali yang saya miliki saat itu ber-prosesor Pentium IV, sistem operasi yang saya gunakan adalah Windows XP SP2 berkemungkinan Bajakan :p. Pada saat itu, saya gemar mengoprek komputer. Dari Membongkar Hardware, analisa Software, sampai mencoba seluruh game yang berspesifikasi tinggi sehingga komputer saya pun sering hang.

Sejalan dengan kegemaran saya terhadap komputer, selama itu pula saya juga merasa ketidak nyamanan menggunakan Windows. Virus penyebab utamanya. Install ulang merupakan langkah terakhir apabila windows telah parah terjangkit virus. Kejadian ini terjadi berulang ulang, sempat kejadian, dalam 1 tahun saya menginstall ulang komputer pribadi saya sebanyak 10 kali. Hampir sama banyak dengan bulan dalam 1 tahun😄. Untuk menanggulanginya, saya install anti virus yang dipercaya dapat mengamankan data di komputer. Dari anti virus lokal, seperti PCMav, Smadav, dan Ansav, sampai Anti virus Internasional yang bajakan, seperti Mc Afee, Norton Anti Virus, dan Avast. Semuanya tidak bekerja optimal apabila virus baru, yang belum dikenal anti virus, menjangkit komputer saya.

Semua kesusahan itu hilang saat saya berada pada semester 3, jurusan Teknik Elektronika, Universitas Negeri Padang. Saat itu saya sudah menggunakan Laptop ACER Extensa 4630 dengan Processor Core 2 Duo T6400 2 GHz dan masih ber- Windows XP SP2 Bajakan. Saya membaca artikel sebuah majalah yang memberitakan Ubuntu. Saya mulai browsing untuk mencari tau lebih banyak OS yang tahan virus ini. Maka pilihan saya tertuju pada Ubuntu 9.10. Dengan file image .iso yang sudah didownload, saya coba menyalinnya ke CD dan hasilnya, Desktop Ubuntu dengan Live CD hadir di Laptop saya. Langkah awal, saya mencoba “Install inside windows”. Pada saat saya kuliah “Praktek Sistem Operasi dan Jaringan”, dosen memberikan materi cara Install Ubuntu bergandengan dengan Windows Xp atau lebih dikenal dengan istilah Dual Boot. Saya merasakan kenyamanan menggunakan Ubuntu.

Fitur Workspace Switch sangat membantu saya pada saat bekerja berbagai hal dalam satu komputer. Compiz membuat tampilan desktop saya lebih eye-catching, sehingga teman2 pun heran dan mengira itu adalah windows 7. Dan yang pasti, beda Ubuntu dengan OS lain adalah Ubuntu tidak mengenal virus. Sehingga data saya awet dan tahan lama dari serangan virus yang menyebalkan. Dengan Ubuntu pula, saya mengenal berbagai komunitas pengguna Ubuntu dan OS Distro Linux lainnya yaitu Komunitas Pengguna Linux Indonesia Regional Padang (KPLI-Padang), dan membentuk Kelompok Belajar Linux tingkat Universitas yaitu Electronics Linux and Open Source Community (ELCO-UNP)

Saya bisa berbagi pengalaman dan tutorial yang saya pratekkan dengan teman2 lain. Lebih seru lagi berbagi CD Operation System Ubuntu secara gratis pada acara Seminar dan workshop Linux. Dengan Distro Linux Ubuntu, pikiran saya serasa seluas langit dan bumi serta siap menerima semua ilmu positif tentang Ubuntu untuk kemakmuran manusia, dan Dunia menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s